Pendidikan dan dalam hal ini
kurikulum sebagai the heart of education (Klein, 1992) harus mempersiapkan
generasi bangsa yang mampu hidup dan berperan aktif dalam kehidupan lokal,
nasional, dan lokal yang mengalami perubahan dengan cepat tersebut.
Disinilah sesungguhnya desain
Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum sebelumnya, karena itu wajar jika
muncul keraguan. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, adalah momentum
yang layak untuk dicatat dalam lembar sejarah pendidikan dinegeri ini Dalam hal
ini sang pembuat kebijakan dapatnya adanya perubahan kurikulum dari kurikulum
KTSP menjadi kurikulum 2013 Harapannya
kurikulum 2013 dapat menutupi dan melengkapi semua kekurangan pada kurikulum
sebelumnya (KTSP). Karena subyek sentral dari Pendidikan itu adalah siswa maka
diharapkan kurikulum 2013 sepenuhnya fokus pada peningkatan kemampuan siswa.
Dengan demikian pembelajarannya harus: (1) berpusat pada siswa, (2)
mengembangkan kreativitas siswa, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan
menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan
(5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam untuk siswa.
Semua paham, kurikulum dapat
dimaknai sebagai kumpulan teks yang berisi keinginan, cita-cita, dan harapan
terhadap materi dari proses pembelajaran, untuk mencapai hasil yang diinginkan
(kompetensi). Dan sebaiknya kurikulum baru diterapkan di sekolah yang memiliki
kualitas agak rendah, sehingga kalau sekolah tersebut mampu menerapkan dengan
baik dan hasilnya bagus maka tidak akan sulit jika diterapkan di sekolah
favorit.. Di dalam kurikulum itu
terdapat sedikitnya empat komponen utama (i) standar kompetensi lulusan yang
diharapkan; (ii) standar isi materi yang akan diajarkan; (iii) standar proses
pembelajaran (metodologi); dan standar proses penilaian. Diharapkan Pemerintah
seharusnya memikirkan kembali, jangan sampai kurikulum yang baru amburadul dan
berjalan tidak dengan optimal. Dan kurikulum pendidikan baru ini tidak dapat
dilaksanakan dengan instan dan terkesan tergesa-gesa.
Karena
pelaksanaan perubahan kurikulum ujung tombaknya adalah Guru. Guru jangan sampai disalahkan apabila kurikulum yang baru ini
dibelakang hari terjadi masalah. Dan oleh karena itu pemerintah diharapkan
harus segera siap melatih guru dengan pelatihan yang berkualitas. Sebab tidak
mudah memberikan pemahaman kepada guru tentang kurikulum baru.
Karena pada kurikulum ini metode pembelajarannya agak berbeda dengan kurikulum
sebelumnya, yang mengharuskan siswa untuk berfikir kritis dalam menanggapi
pelajaran. Mereka harus mempunyai tujuan diberlakukannya
kurikulum baru. Biar bagaimanapun pemerintah harus mengakui, bahwa pelatihan
guru dalam kurikulum 2013 belum berjalan dengan optimal. Metode dan alokasi
pelatihan perlu dievaluasi. Cara penyampaian pelatih atau instruktur kurikulum
sebagai master teacher harus lebih baik lagi. Pelatihan instruktur sebaiknya
tidak dilakukan secara tergesa-gesa agar mereka bisa menyampaikan kembali
kepada guru inti
Sebaliknya perubahan kurikulum
dilakukan dengan tidak tergesa-gesa. Sarana dan prasarana harus
direncanakan dengan baik, sehingga sangat mendukung kegiatan pelatihan. Seperti
ketersediaan alat peraga atau media pembelajaran yang akan membantu guru inti
dalam menyuampaikan materinya dengan baik. Guru harus mengubah pola pikirnya
dari konvensional menjadi profesional, harus bisa menerapkan kurikulum berbasis
karakter dan bukan hanya berbasis kompetensi. Begitupun juga dalam proses
pembelajarannya. Perencanaan, dan pelaksanaan, harus dibuat sematang mungkin
sehingga hasilnya dapat berjalan sesuai harapan. Banyak item yang
berubah secara signifikan dalam kurikulum 2013 ini, selain perubahan di jenjang
perguruan tinggi, perubahan juga terjadi di jenjang SD hingga SMA. Tidak hanya
sistem dan mekanismenya, tapi juga mata pelajaran serta penambahan durasi waktu
belajar siswa.Titik tekan pengembangan
Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola
kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan
penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang
diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat
penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional,
dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan
tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena
itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi
globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.
