Sabtu, 31 Maret 2012

Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa

Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa:

Diantarasekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agendapenting dan strategis yang menuntut perhatian  sungguh-sungguh dari semuapihak. Sebab pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa di masa depanjika kita sebagai bangsa berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasionaldengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan dibidang-bidang yang lain. 

Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modalmanusia yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Oleh karena itu kita harus tahu bahwa rendahnya SDM di Negara kita, dikarenakan rendahnya mutu pendidikan.

Karena pendidikan mempunyai peran penting, karena pendidikan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, menyambungkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara demokratif serta bertanggung jawab.


Terhambatnyapeningkatan pendidikan Indonesia di sebabkan tidak terfokusnya arah peningkatanpendidikan itu sendiri. Indikasi adanya kemerdekaan itu, antara lain, terlihatdari tergganggunya proses regenerasi guru disejumlah sekolah,  di tanah air.

Dibutuhkan Komitmen  perubahan system politik secara menyeluruh. Perubahan inikelak diharapkan menjadi bahan pemikiran bagi lembaga legislatif. Karena itupula, persoalan ketatanegaraan yang sekarang ada di depan mata jugasangat  membutuhkan penyelesaian secara sistematis. Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa.

Selamaini alokasi angggaran pendidikan masih dibawah 10 persen dari APBN dan lebihrendah dibandingkan dengan sektor yang berorientasi infestasi fisik sepertipekerjaan umum, namun menyadari akan makna penting dan strategis pendidikan,mulai tinggi, sehingga menepati urutan pertama diantara lima sektor yangmemperoleh anggaran pembangunan yang paling besar yakni pendidikan.

Yangpenting sekarang bagaimana kita bisa mengambil langkah strategis dalampeningkatkan kualitas mutu pendidikan di Negara kita. Dan kita harus  bias memahai peran guru sebagai pengajar danpembimbing dalam pengalaman belajar. Karena setiap guru/pendidik diharapkan  harus mampu  memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalamanlain di luar fungsi sekolah, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi danspiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitandengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak.

 Kurikulum harus berisihal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengannilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuandan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untukmengembangkan kemampuannya lebih lanjut. 


Kalau kita perhatikandengan sungguh-sungguh dunia pendidikan Indonesia sekarang ini  yang cenderung dipolitisasi. Ganti menteri,ganti kebijakan. “Kalau begitu kita bereksperimentasi dengan anak-anak kita,”katanya. Di negara maju, lanjutnya, mereka memikirkan pendidikan secara seriusdan matang, karena itu kebijakannya tidak mudah berubah. Selain politisasi,kebutuhan hidup juga menghambat anak-anak untuk mengakses pendidikan.


Dunia pendidikanIndonesia membutuhkan perubahan ke arah yang pasti dan lebih baik. Perubahanini harus dimulai dari pendidikan paling dasar. Ia juga memandang perlunyamenumbuhkan keberanian berpikir dalam diri anak-anak.


Oleh karena itu kita harus lebihbelajar lagi tentang moral, baik di sekolah maupun dari masyarakat yang telahmenerapkan moral untuk pendidikan. Negara yang mempunyai moral akan di pandangNegara lain sangat berbeda sekali. Jadi moral harus kita tanamkan di masyarakatIndonesia agar kita menjadi orang yang teladan moral.  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar