Selasa, 10 April 2012

Perlunya Pendidikan Karakter untuk Pengembangan Pendidikan Nasional



S
esuai perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya.
Karena diharapkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan seseorang yang lebih berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Karena negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Hal ini terkait dengan terlihat semakin memburuknya keadaan demokrasi di Indonesia. Namun jika proses belajar tersebut tidak dilatar belakangi dengan pendidikan yang sesuai maka akan hilanglah angan-angan penegakan demokrasi yang kuat. Di sinilah kemudian timbul tuntutan pada dunia pendidikan dalam kaitannya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas yang besar pula dan harus bermutu untuk mendukung program pembangunan secara merata sehingga dapat dicapai keberhasilan pembangunan nasional perlu diambil  strategi yang berskala nasional yang secara garis besar dapat meliputi : 1) Melaksanakan penjaminan kualitas pendidikan 2) Melakukan pemeriksaan kualitas melalui akreditasi untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kinerja pendidikan dalam pencapaian standar nasional pendidikan 3) Pemerataan kualitas pendidikan pasa semua satuan dan jenjang pendidikan.
Sehingga pendidikan dapat dikatakan  berkualitas adalah dambaan serta harapan hampir setiap orang atau lembaga. Masyarakat dan orang tua mengharapkan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan berkualitas agar mampu bersaing dalam memperoleh berbagai peluang, baik dalam meraih pekerjaan maupun menjalani kehidupan.  Ini semua sesuai dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidian Nasional yang menggariskan, bahwa pendidikan dilaksanakan melalui suatu system pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bagi Indonesia sekarang ini, pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik, yang nantinya akan dijadikan landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, dan pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia dalam rangka mengisi kemerdekaan. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggupkah kita????
Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient. Sehingga dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi segenap anak bangsa, diperlukan perbaikan dan pengembangan system penyelenggaraan pendidikan. Bagaimana dengan bangsa kita? Apakah sudah melakukan upaya evaluasi secara terus menerus terhadap kelayakan dan kinerja setiap satuan pendidikan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada sehingga dapat dilakukan upaya untuk memperbaiki system pendidikan kita. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Maksudnya  adalah, pendidikan karakter sangat penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Karakter ini yang pada nantinya akan menjadi pembatas bagi anak untuk memilih jalan hidup seperti apa yang seharusnya dia jalani.   Beberapa kenyataan yang ada bahwasannya sering kita ketahui seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.
             Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya,  pendidikan karakter memang menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan.  Tidak kecuali di pendidikan tinggi, pendidikan karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar.  Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan. Dengan diberikannya pendidikan karakter maka akan timbulah rasa cinta tanah air yang tinggi bahwa pendidikan karakter sangat erat dan dilatar belakangi oleh keinginan mewujudkan konsensus nasional yang berparadigma Pancasila dan UUD 1945. Selain itu dengan diberikannya pendidikan karakter maka akan menjadi modal bagi hasi-hasil pendidikan untuk saling berinteraksi satu sama lain. Semua ini untuk menuju kesejahteraan hidup berbangsa dan bernegaraan kesuksesan, pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk akhlak dan paradigma masyarakat Indonesia. Semoga pendidikan karakter ini tidak hanya menjadi proses pencarian watak bangsa saja, melainkan sebagai corong utama titik balik kesuksesan peradaban bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar