esuai perkembangan zaman di dunia pendidikan
yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir
pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut
sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara
mengungkapkan dan teori pendidikan yang sebenarnya
untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya.
Karena diharapkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan seseorang yang lebih
berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk
mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat
dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi
diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Karena negara Indonesia memiliki
jumlah penduduk yang besar. Hal ini terkait dengan terlihat semakin memburuknya
keadaan demokrasi di Indonesia. Namun jika proses belajar tersebut tidak
dilatar belakangi dengan pendidikan yang sesuai maka akan hilanglah angan-angan
penegakan demokrasi yang kuat. Di sinilah kemudian timbul tuntutan pada dunia
pendidikan dalam kaitannya untuk menghasilkan SDM yang berkualitas yang besar
pula dan harus bermutu untuk mendukung program pembangunan secara merata
sehingga dapat dicapai keberhasilan pembangunan nasional perlu diambil strategi yang berskala nasional yang secara
garis besar dapat meliputi : 1) Melaksanakan penjaminan kualitas pendidikan 2)
Melakukan pemeriksaan kualitas melalui akreditasi untuk mengetahui tingkat
kelayakan dan kinerja pendidikan dalam pencapaian standar nasional pendidikan
3) Pemerataan kualitas pendidikan pasa semua satuan dan jenjang pendidikan.
Sehingga pendidikan dapat
dikatakan berkualitas adalah dambaan
serta harapan hampir setiap orang atau lembaga. Masyarakat dan orang tua
mengharapkan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan berkualitas agar mampu
bersaing dalam memperoleh berbagai peluang, baik dalam meraih pekerjaan maupun
menjalani kehidupan. Ini semua sesuai
dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidian Nasional yang
menggariskan, bahwa pendidikan dilaksanakan melalui suatu system pendidikan
nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bagi Indonesia sekarang ini,
pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan
kebangsaan bagi peserta didik, yang nantinya akan dijadikan landasan penting
bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, dan pendidikan karakter
juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk
membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia
bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat
Indonesia dalam rangka mengisi kemerdekaan. Dengan kata lain, tidak ada masa
depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa
kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa
tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta
tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa
Indonesia, sanggupkah kita????
Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci
keberhasilan individu. Selain itu, terdapat penelitian lain yang
mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan
oleh emotional quotient. Sehingga
dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi
segenap anak bangsa, diperlukan perbaikan dan pengembangan system
penyelenggaraan pendidikan. Bagaimana dengan bangsa kita? Apakah sudah
melakukan upaya evaluasi secara terus menerus terhadap kelayakan dan kinerja
setiap satuan pendidikan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada
sehingga dapat dilakukan upaya untuk memperbaiki system pendidikan kita. Dengan
pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting
yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter
pada anak didik. Maksudnya adalah, pendidikan karakter
sangat penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Karakter ini
yang pada nantinya akan menjadi pembatas bagi anak untuk memilih jalan hidup
seperti apa yang seharusnya dia jalani. Beberapa kenyataan yang ada bahwasannya sering
kita ketahui seorang guru justru tidak prihatin
melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu
adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.
Pendidikan karakter
penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter
akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan
karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai
sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan
mengormati dan sebagainya, pendidikan
karakter memang menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan. Tidak kecuali di pendidikan tinggi, pendidikan
karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar. Pendidikan karakter
akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif
saja namun memiliki karakter yang mampu
mewujudkan. Dengan diberikannya pendidikan karakter maka akan timbulah rasa
cinta tanah air yang tinggi bahwa pendidikan karakter sangat erat dan dilatar
belakangi oleh keinginan mewujudkan konsensus nasional yang berparadigma
Pancasila dan UUD 1945. Selain itu dengan diberikannya pendidikan karakter maka
akan menjadi modal bagi hasi-hasil pendidikan untuk saling berinteraksi satu
sama lain. Semua ini untuk menuju kesejahteraan hidup berbangsa dan bernegaraan
kesuksesan, pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk akhlak dan
paradigma masyarakat Indonesia. Semoga pendidikan karakter ini tidak hanya
menjadi proses pencarian watak bangsa saja, melainkan sebagai corong utama
titik balik kesuksesan peradaban bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar